


Oleh: Khoirul Taqwim
Kumainkan kakiku melangkah
Kuayunkan celurit diatas udara
Kutebas leher jika tuan melawan
Kutusuk jantung biar tahu rasa pedih hidup
Aku perampok diujung jalan
Menjarah harta semauku
Membunuh bila perlu
Memperkosa jika birahi nafsu datang
Perampok gila itu sebutanku
Licik benar otakku
Kejam gerakanku
Aku penjudi kakap
Mabuk berat Hari-hariku
Gila benar hidupku
Perampok diujung jalan
Tempat beraksi menari
Menggelayut senjata ditangan
Hidupku melacur nyawa
Taruhan hari panasku
Dingin kantong kubunuh
Kujarah dalam rongga
Cepat kuambil semua harta
Sebelum kuhunus pedangku
Sudah sakit jiwa
Terkoyak mata dunia silau
Tak henti nafsu angkara birahi
Jadi tumbal kehidupan
Tuhan
Kutaubat nasuha
Terketuk diri dari hati dalam
Ma’afkan aku sebelum ajal
Aku kapoh lombok pedas sejagat
Tak
Kusimpuh luluh lantak dihadapanmu
Kupejamkan seluruh mata yang ada
Hanya mata hati terpancar di jiwa
Untukmu Tuhan daku taubat nasuha

Kelam dalam kelabu
Hitam dalam kemelut
Terang hadirkan
Saat mimpi buta kau datang
Jiwa tenggelam dalam buku
Pena menuntun hakikat hidup
Kubiarkan diri mengitari bumi
Mencari secercah cahaya
menantang langit udara
kubisu
kubuta
datanglah kau kutunggu
Sobat
Seruku dengarkan!...
Pahami kehidupan langit
Jangan lupa membumi saat kau jatuh
Awan-awan tebal memanas
Halilntar berkilat
Menggelegar petir menyayat
Kehidupan berjalan tetap waktu
Sobat
Aku disampingmu
Kau adalah pelita dalam jiwa
Terang benderang dalam kalbu
Saat kau tiba datang
Sobat
Mari kita lalui dunia hitam
Bersama buku terserak
Gapai hidup cita ini
Lintas batas menghadap
Terjang saat kau tiba
Lantas semua tuntas
Sobat
Tunjukkan jari otakmu
Gapai bintang dicakrawala
Lewat pena kita ada
Lewat pena kita julang
Lewat pena kita tebang
Raih semua yang ada
Sobat berlarilah
Membumi melangit dalam nafas
Kata mutiara membakar semangat
nurani terhentak seketka
senjata ditangan siap menghantam
ketika ambisi kemenangan dibakar semangat
Reformis berkata dengan lantang
hidup tertindas atau mati melawan
bahkan Nurdin teriak dengan kencang
Hidup hina atau mati syahid
filosof Nietczhe berkata
Hidup diajaran orang lain atau mati diajaran sendiri
diseberang Amerika berteriak Chea Guevara
Hidup miskin atau mati sebagai martir
Tak ketinggalan pula pejuang 45 menyapa
Hidup atau mati
Mutiara bahasa
semangat dalam jiwa nurani manusia.

