Sajak Para Serdadu Allah


By: Khoirul Taqwim

Dikala langit berubah memerah
Disitu ada letak syahid menunggu para serdadu Allah
Dikala subuh ada aliran sungai mengalir di mata
Disitu ada letak kebengisan yang wajib diluruskan

Wahai para serdadu Afghanis
Jangan pernah gentar melihat para musuhmu
Karena hidup adalah pengabdian

Wahai para serdadu palestin
Angkat suaramu lantang melawan ombak dari barat
Walau zionis menyayat buta tubuhmu

Wahai para serdadu libya
Tongkat kebenaran ada di setiap langkah gerakmu
Raihlah sejarah manis yang mulai dekat di setiap ketuk nadimu

Wahai semua serdadu Allah
Lihatlah keabadian menunggu disana
Mereguk suci kalimatullah

Semangat sepanjang hayat
Menempuh jihad fisabilillah di sepanjang nafas
Sampai jasad terhempas dari ruh
Menuju jalan ridha Allah
Amiens……

Saksi Menutup Mata

By: Khoirul Taqwim


Esok lusa daku tinggal sebuah nama

Kenangan bagi dia yang mau mengenang

Tangisan bagi dia yang merasa tertinggal

Karena hari esok daku kan pergi jauh tanpa batas

Namun tubuhku kan kutinggal dalam gua


Hari esok kan jadi kelabu

Jika daku pergi tanpa bekal amal

Namun bila esok daku di hisab tanpa dosa

Pasti Allah akan menempatkan daku di taman syurga

Berteman para rasul dan wali Allah


Hari ini kuberkemas diri

Menuju esok kan tiba waktu yang tepat

Menjemput kenyataan yang tak bisa di cegah

Namun terasa dalam setiap detak jangtungku

Sampai nafas ini hilang benar dalam ketiadaan


Hari ini dan esok

Kan jadi saksi pergiku menutup mata

Cinta di Titik Ayat Suci



By: Khoirul Taqwim

Cinta terukir di atas ayat suci
Membahana di antara hati syahdu
Bersama Do'a-do'a langit biru
Sepanjang nyawa menyatu raga
Sampai nafas berakhir tanpa sisa

Oooo........ayat suci
Kutitip bahasa cinta abadi
Tertanam dalam lembaran jiwa
Hingga daku menemui sang pengeja bahasa
Tentang cinta dalam tentangnya

Oooo.........ayat suci
Perantara indah di antara garis cinta
Mengalun merdu bersama nada jiwa
Meraih mimpi yang kian dekat mendekap
Hingga diri bahagia sepanjang hayat

Oooo.......ayat suci
Kisah sebuah makna cinta
Keabadian dalam rasa jiwa
Sampai menutup mata dititik jalan terakhir
Hingga daku hilang tanpa jejak sedetak

Sajak Do'a Tinta Darah



By: Khoirul Taqwim

Ya! Allah
Darahku hari ini mengalir sebagai tinta perubahan
Di saat melihat bangsaku di terkam para koruptor
Di waktu negeriku mengalir air mata kepedihan
Saat itu nusantara berduka lara
Waktu itu negeriku tinggal sebuah nama
Masya' Allah, bangsaku sudah tiada
Yang dahulu gagah perkasa
Innalillah, tanah airku terkubur sudah
Bersama keserakahan dan kedzaliman

Ya! Allah
Katanya bangsaku adalah bangsa kaya raya
Namun rakyat dari sabang sampai merauke terkapar lapar
Katanya negeriku adalah negeri sejahtera
Namun kulihat jutaan kepala manusia termiskinkan
Katanya tanah airku adalah tanah air kesuburan
Namun kulihat tanah airku dimakan tikus kuburan

Ya! Allah
Aku berlindung kepadamu
Dari godaan syetan yang paling terkutuk
Amiens...........

Rahasia Cinta Wanita di Balik Jilbab


By: Khoirul Taqwim

Wanita di balik jilbab
Kau terlihat begitu tegar pancarkan sebuah makna kata
Saat di kau menatap setiap detak jantung yang kian mulai melambat
Namun aku tahu di balik kerudung rahasiamu
Bahwa kamu begitu rapuh saat memahami makna rasa kata cinta
Karena kamu tercipta dari tulang rusuk yang ada dalam daku
Sehingga aku tahu kalau kamu tak berdaya memahami sebuah jiwa

Wanita di balik jilbab
Menggoda di setiap mata kepala sang lelaki yang ada
Saat mengingat jilbab membentang rahmat di langit biru
Bersandar di atas kepala wanita dalam naungan sang maha Ilahi

Wanita di balik jilbab
Setiap waktu kan bersinar di setiap qalbu sang lelaki
Bahkan tetesan air matamu mengandung cairan salju
Sejukkan setiap jengkal jantung di balik sanubari
Selangkah indah wanita berjilbab nan ayu rupawan
Saat hati ini kering membisu rasa dalam benak
Kau wanita punya rahasia nikmat yang agung terasa

Wanita di balik jilbab
Rahasiamu ada di alam jiwa, terlantun saat pujian datang
Sampai hari nan waktu tak menentu dalam getaran rasa jiwa
Cinta rahasia wanita ada di balik jilbab yang terurai lewat bahasa rasa