Jiwa-Jiwa Menutup Mata

By: Khoirul Taqwim

Mendung awan hitam disisi barat
Badai menghujam di laut selatan
Peluru menembus dikegelapan malam
Ya! Hari itu di malam Jum'at
Perang telah tiba
Nyanyian alam telah senyap
Habis dimakan senapan dan parang

Kala itu para Syuhada
Dengan kalimat Ilahi bersuara lantang
Memecah rasa ketakutan
Berganti rasa keperkasaan
Dan akhirnya suara rudal bertebaran diangkasa
Gedung-gedung luluh lantak
Tangisan bayi kering tak bersuara
Yang ada Jiwa-jiwa menutup mata

Ya Allah!
Hari dimalam berdarah ini
Aku berdo'a
Raga dan nyawa kupasrahkan
Awal dan akhir adalah: milikMU
Semoga Engkau mengampuni daku

Permai Jiwamu


By: Khoirul Taqwim

Permai rasa jiwamu
Buat daku teduh di alam mahliga keelokan

Kecantikan nalurimu
Buat daku bersimpuh lutut tanpa sepatah kata
Karena kau begitu bermakna di alamku

Kepermaian lakumu
Buat hatiku terasa sejuk menawan rasa
Tak ada yang memahami tentang naluri jiwaku
Selain kau yang ada di alam benakku yang terdalam

Ukiran jiwa ini
Bagai hamparan samudra keindahan
Yang terpampang diudara kesucian

Sungguh hati ini
Begitu hening disaat kau ada disisiku
Sampai menuju sumber segala sumber
Tentang rasa dan asa

Kelembutan jiwamu
Menjadi hasrat dalam kesabaran
Hingga buat damai seluruh alamku
Karena kau harmoni kehidupan
Yang menjadi jawaban
Atas segala keteduhan
Seisi panorama alam nan hening di alam ketenteraman

Taman Firdausku


By: Khoirul Taqwim

Disaat insan manusia tak ada daya
Ada letak kesucian yang tak terjaga
Di setiap detak langkah nafas
Begitu banyak kejahatan syahwat
Sampai terjerembab di alam karma
Namun diri masih punya bahagia
Di saat istri membawa diri menuju taman firdausMU
Ma'afkan diri
Bila tak mampu membimbingmu
Atas semua kebodohanku
Dan tiada yang dapat memahami segala kekuranganku
Kecuali engkau, wahai Istriku
Sekali lagi
Ma'afkanlah diri dengan segala kelemahanku
Yang tak bisa menuntunmu
Namun hatimu begitu lapang
Atas segala kekuranganku
Karena engkau, adalah: taman firdausku
Wahai istriku
Engkaulah taman firdausku
Kau begitu setia
Saat aku jauh dari ragamu
Sampai hati ini terlindungi atasmu
Kau adalah bahagiaku
Yang selalu jadi firdausku
Dan hari ini
Aku meminta
Ya! Allah ridhai diri dan Istriku
Atas semua Qada dan Qadarmu
Jadikanlah diri dan Istriku
Sebagai penghuni taman firdausMu
Supaya hati tenang dalam lindungan
Yang penuh kasih sayangMu
Amin................

Malam Takbir Ilahi


By: Khoirul Taqwim

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Kupanjatkan malam takbir Ilahi disaat Idul Fitri telah tiba
Kubasuh mukaku dengan air suci sebagai rasa terima kasihku pada Ilahi
Sampailah daku pada perjalanan suci di malam takbir Ilahi
Saat ini pula umat muslim berbondong-bondong dari kampung hingga sudut kota
Hilir mudik bersama deru mesin-mesin motor dan mobil di jalanan

Saudaraku Lihatlah! malam ini
Mulai dari surau-surau sampai dinding-dinding nafas kehidupan
Begitu banyak umat muslim memanjatkan malam takbir Ilahi
Bahkan pemuda-pemudi, Anak-anak, orang-orang dewasa hingga kakek-nenek tumpah ruah dijalanan
Karena ini adalah hari istimewa yang penuh berkah Ilahi

Terdengar pula dari suara angin malam
Sebuah bentuk sorak sorai jutaan umat manusia mengiringi langkah malam takbir Ilahi
Semua tak lepas dari pertanda hari kemenangan telah tiba di saat dahaga dan lapar
Sudah satu bulan menghampiri perut dan jasad

Hari Inilah! sebuah bentuk kebebasan umat muslim telah tiba
Dengan mengumandangkan gema takbir dengan ikhlas jiwa
Seraya dengan menyebut Allahu Akbar, Allah maha besar
Maka saat ini pula jantungku berdebar dengan penuh haru dan bercampur bahagia rasa

Malam ini juga daku tak terasa sampai mata berkaca-kaca
Lalu akhirnya butiran air mata ini jatuh dari kelopak mataku
Karena ini hari, bersejarah dalam hidupku sebagai tanda baktiku pada Ilahi

Sajak Suara Takbir


By: Khoirul Taqwim

Bedug telah berbunyi
Dag dig duuuuuuuuuuug
Terdengar suara takbir sayup nan merdu
Sungguh di hari ini seluruh umat nampak terpancar
Aura bahagia selalu di hari nan fitri

Suara takbir terdengar
Memuji keagungan Ilahi
Berkumandang seantero alam raya
Membahana bumi sampai langit
Hingga qalbu merasa terang benderang
Di hari lebaran nan indah mewarna

Kumandang gema takbir
Membuat nada hati berucap rahmat
Sambut penuh rasa syukur
Di hari suci nan indah terasa

Suara Gemuruh takbir
Makna Hari agung telah datang
Jutaan umat bersorak penuh nafas do'a
Memohon pada dzat Ilahi
Atas nikmat dan rahmat
Tuk selalu datang dihari penuh ma'af

Suara takbir penuh warna
Pertanda hari raya telah tiba
Terucap dalam setiap detak jiwa
Menyusun kata perkata
Minal adin walfaidzin
Mohon ma'af lahir dan batin