Bidadariku


By: Khoirul Taqwim

Bidadariku yang ada di alam kalbuku
Tahukah dikau tentangku
Yang selalu memikirkan dikau
Tak perduli malam berganti siang
Tak perduli pagi berganti sore
Dikau tetap ada di alam hatiku
Yang terbesar maupun yang terkecil sekalipun
Karena dikau bagian dari alamku

Hari ini aku menulis tentangmu
Wahai bidadariku disana
Bahwa dari menit kedetik
Dari hari kemenit
Dari bulan kehari
Dari tahun kebulan
Dari windu ketahun
Dan seterurnya
Tak terhitung sudah jumlah bilangannya
Bahwa dikau wanita pilihan jiwaku
Sampai kapanpun
Dikau kan tetap jadi belahan hidupku
Karena dikau terlahir menjadi bidadariku

Kuberdo'a
Dari lubuk hati yang terdalam
Semoga Allah selalu memberkahi dikau
Dan semoga Allah kan selalu menjagamu
Dimana dan kapanpun jua
Wahai bidadariku
Amin...................

ALAMKU


By: Khoirul Taqwim

Alamku nan asri membumi
Air sungai berjalan setenang langit biru
Sambut keheningan rasa menggugah jiwa
Pepohonan tertata rapi dipinggir arus berjalan
Batu mengkristal nampak warna menggoda hati menyentuh

Alamku menghias udara
Sambut warna kicauan pelangi hujan
Menatap indahnya warna aura alam
Menghias sekujur bentangan nada Do'a-do'a

LAHIRNYA ORANG BESAR


By: Khoirul Taqwim

Lahirnya orang besar selalu ditunggu dijagat raya
Jutaan pena tak sanggup menulis kebesaran mereka
Perpustakaan akan dipenuhi tulisan tentangnya
Dialah para pemikir
Dialah para penyatu umat
Dialah para pejuang
Dialah para pembawa penerang dialam raya

Sanggupkan dalam diri anda
Yaqinkan dalam jiwamu
Namamu kan terkenang sepanjang zaman
Do'a-do'aku kan selalu bersamamu

BISIKAN KEMATIAN


By: Khoirul Taqwim

Akankah kami menerobos celah pintu taubat
Menjelang bisikan kematian mencabut detak jantung
Butiran air mata tak sanggup bertasbih
Mulutku tak mampu bersilat lidah
Kematian itu tumbuh bersama
Kematian itu dingin dan tak bersuara
Bahwa puing kematian
Hanyalah tinggal kematian

Dengarlah bisikan kami
Aku di sini saja menjelang akhirku

SEBATAS GORESAN


By : Khoirul Taqwim

Sahabat
Dengar cerita sejenakku
Saat kuberjalan lalui hamparan langit biru
Kutemui dia
Dan dia adalah bayangan antara ada dan tiada

Aku bukan siapa dia
Tapi aku hanya setitik langkah perjalanan
Menyusuri puing-puing rasa ini
Kuterlelap dalam mimpi-mimpi semu
Ah itu bukan..bukan.....
Sebab hadirku hanya sebatas goresan asa
Kutak harus menjamahnya
Cukup kau beri aku jalan
Mengenang dia dan dia
Selalu...