Kain Kafan Mentutupku

by: Khoirul Taqwim

Malam gelap menjelang shubuh
Embun nampak mengguyur di sepanjang rona-rona alam
Melukis kitab tersirat arwah ghaibku
Tak dapat menghindar dari suratan takdir
Sampai aku menutup mata kala pagi itu

Keranda mayat tanpa roda terlihat
Mengoyak di dinding-dinding nafas ghaibku
Hilang rasa keduniawian yang bersifat kimiawi
Terganti alam baruku barzakh namanya
Diangkatlah ruhku setinggi langit membiru
Lalu di lemparlah jasadku dalam kubangan lumpur
Bersama cacing-cacing dan kelabang tanah
Jasadku sudah tergolek bersama kain kafan
Baju yang ku kenakan saat aku telah tiada

Kain kafan yang putih bersih
Bercampur lumpur menjadi hitam melekat
Badanku tak berdaya sama sekali
Namun dalam jiwaku selalu berusaha ikhlas selalu
Melepas ketiadaan jasad yang kupakai waktu itu
Saatnya menuju hari pengadilan ghaib
Antara aku dengan sang pencipta alam
Menebus segala dosa yang telah kulakukan
Selama aku ada di alam semesta

Aku pasrah pada Ilahi
Kemana kan di tempatkan ruhku
Saat maut menjemput raga
Hingga aku terbungkus kain kafan
Badanku saket tak karuan
Saat di cabut ruhku dalam jasad
Namun aku ikhlas hadapi semua yang ada
Bersama kain kafan yang setia menutupku

Kematian Sebuah Kenyataan

by: Khoirul Taqwim

Kematian adalah alamku yang kian mendekat kurasa
Sampai diri tak tahan menjemput malam yang kian lari kencang
Kearah alam bawah sadarku yang terasa hening dan senyap
Mewabah ke jantung relung hati yang merasuk

Kematian adalah suara ghaib yang kian melekat
Mewabah kejantung dan jiwa mendekap
Mengarah ke sepanjang jalan arus nan waktu
melambai kebisingan jauh melanda

Alam kematian adalah kehadiran
Setiap insan kan terbawa melayang terasa
Sampai di penghujung waktu kan tiba
Tiada yang dapat menghindar dari kejaran maut
Sebab kematian selalu melambai setiap detik

Setiap tarikan nafas adalah ancaman kematian
Hematlah nafasmu jika ingin lari
Tetapi kematian kan tetap menemukanmu
Walau di kau ada di jembatan atau di gedung bertingkat
Kematian kan tetap jadi sebuah kenyataan

Perasaan Jiwa

by: Khoirul Taqwim

Perasaan jiwa mulai kaku membilu
Membenamkan seluruh angan-angan yang kian jauh dari harap
Merasuk kesegala jantung hayal yang tak tersampaikan
Sampai daku melayang ke bah samudra jiwa
Menepis ke segala salah kilaf yang ada

Jiwaku rancu
Membuat daku kian terjerumus ke alam pikir
Benar ini penyakit jiwa yang kian ada dalam benak
Sulit memahami tentang kisah yang jauh dari akal
Sampai buat daku terjerembab bahasa yang benar dangkal

Perasaan jiwa yang kian kering
Terhapus sudah pada alam pikir
Menerawang ke angkasa jauh nan luas
Menghinggap dalam benih jiwa yang terasa
Sampai tak tahan apa itu rasa

Perasaan jiwa adalah sebuah getaran rasa
Mewabah ke sukma derita yang jauh terperosok arah

Mantra Cinta

by: Khoirul Taqwim

Daku terpanah tepat di jantung
Berdarah air cinta basahi segenap raga
Menoreh kepiluan asrmara yang kian melanda

Bin salabin
Mantra cinta bersenandung
Dengan jompa-jampi menegur rasa batin
Kian rapuh di telan alunan nada fatamorgana

Bin salabin
Komat-kamit mulut ini
Menghias setiap langkah jiwa yang kian hampa

Bin salabin
Dapatkan jantung hatinya
Kan kurengkuh dinda dalam pelukan bulan

Bin salabin
Bergetarlah jiwa masuk separuh sukma
Menghantar kelayang-layang asmara cinta

Bin salabin
Bahasa mantra cinta yang kian jauh dari sebuah makna

Irama Jiwa

by: Khoirul Taqwim

Nada jiwa berdetak kencang
Saat irama mengalun nyaring sepanjang dinding
Indah terasa dalam benak setiap hasrat
Sampai terbawa nada merdu yang kian merasa

Irama jiwa dalam dada
Menggapai panorama alam raya
Terlihat melambai bah ombak di samudra
Memanggil hayalan yang kian menggema
Bersama kilatan datang sebuah irama
Bercampur tentang kisah lautan arwah

Irama jiwa adalah nyata
Terasa mulai menggema sepanjang aura
Saat diri tak tahan aroma rasa

Irama jiwa adalah bait
Bikin daku melayang ke ranah hilang
Sampai tak ketemu irama sudah