Keindahan Jiwamu


By: Khoirul Taqwim

Jiwamu laksana embun pagi
Penuh dengan keindahan tiada tara
Sungguh menakjubkan keindahan jiwamu
Hingga membuat nadiku berdetak kencang
Karena jiwamu begitu lembut
Membuat hatiku terpanah rasa
Sampai kalbuku terpikat
Akan kelembutan jiwamu

Jiwamu laksana samudra
Jernih airnya membuat bahagia rasa
Sampai diriku jatuh hati akan pesonamu
Yang pancarkan samudra kejernihan jiwa
Karena engkau penuh dengan keindahan kalbu
Hingga sampai seluruh kalbuku merasa sejuk
Saat mengingat pancaran jiwamu
Penuh dengan budi luhur
Keimananmu selalu menyertai jiwamu

Kelembutan jiwamu
Membuat seluruh alam terhenyak kagum
Karena jiwamu begitu mengagumkan kalbu yang terdalam
Hingga seluruh ragaku terasa gembira rasa
Atas keindahan jiwamu yang penuh kebahagiaan
Membuat rasa nyaman seluruh kalbuku
Sampai masuk kerelung-relung jiwaku terdalam

Keindahan jiwamu
Membuat hatiku bahagia terasa
Karena engkau penuh kelembutan rasa
Hingga seluruh sanubariku merasa suka cita
Saat mengenang jiwamu yang kian larut
Sampai masuk kesanubariku yang terdalam
Bersama keindahan rasa kalbu
Saat mengenang kesejukan jiwamu










Geguritan Nelayan Samudra


Dening: Khoirul Taqwim

Kala senja miwiti tiba
Gegap gempita Nelayan teng seberang samudra
Sambut rezeki alam penuh kewantunan
Menyeberangi samudra hindia
mboten perduli badai kresaa petir
kaliyan gagah wantun para Nelayan
kaliyan mbaita teng madya-madya keganasan ombak samudra

Jawah teng kegelapan dalu
sanesa mukawis pamambeng
Ombak inggil menjulang
sampun dados sahabat keseharian para Nelayan

Nelayan samudra
Menaklukan badai, ombak, petir
teng sapanjang margi panjang para Nelayan

Sajak Air Terjun Sedudo


By: Khoirul Taqwim

Air mengalir jauh
Dari dataran tinggi
Hingga sampai dataran rendah
Laksana sang surya menyinari alam semesta
Penuh dengan keindahan warna yang menyimpan sebuah rasa
Atas keindahan hukum alam yang begitu sempurna
Walau terkadang nalar tak mampu menembus hukum alam
Karena alam sulit ditebak arah dan tujuan
Namun alam dapat dirasakan dibenak jiwa yang terdalam

Air terjun sedudo
Terletak di daerah Nganjuk Jawa Timur
Menyimpan sebuah rasa
Karena air terjunnya
Begitu elok rupawan
Dengan alam yang disuguhkan
Nampak asri menyejukkan relung-relung kalbu
Hingga seluruh detakan jiwa
Merasa bahagia saat di dekat air terjun sedudo

Kutulis sajakku
Tentang air terjun sedudo
Air yang begitu jernih mempesona jiwa
Hingga masuk menuju alam penuh suka cita
Karena hamparan hijau begitu indah mewarna
Begitu juga gunungnya begitu anggun mempesona kalbu
Hingga sampailah seluruh jiwaku
Merasa terbawa nyanyian alam
Anggun terasa dibenak jiwa yang paling terdalam
Saat berada di air terjun sedudo

Kecantikan alam
Tatkala melihat air terjun sedudo
Saat memandangnya dari dekat maupun dari kejauhan
Terasa alam surgawi masuk direlung-relung jiwa
Hingga seluruh tubuhku merasa bahagia jiwa
Penuh dengan aura kebahagiaan
Hingga masuk dicelah-celah dasar samudra jiwa
Indah terasa disanubari yang terdalam

Air terjun sedudo
Menampakkan keindahan alam
Hingga seluruh naluri jiwa dibuat rasa kekaguman
Penuh dengan aura kenyamanan disanubari kalbu
Hingga masuk didasar samudra rasa
Sampai seluruh jiwa merasa kebahagiaan yang penuh suka cita
Karena air terjun sedudo menjadi simbol kesuburan alam
Begitu jernih air terjunnya
Mendatangkan manfaat bagi alam maupun kehidupan
Semua tak lepas atas karunia Ilahi
Sang maha pemilik alam semesta









Kala Syairku Ngendika


Dening: Khoirul Taqwim

Ampun wonten tembung
kala syairku ngendika
amargi syairku menembus cakrawala
Melintasi rembulan angkasa raya
ngampil garis alam mada

Mendela!
kala syairku ngendika
amargi syairku melintasi alam jagad ngawula
Menembus dinding-dinding nirwana
Tanpa basa-basi lebet berucap tembung

Ampun wonten swanten
kala syairku ngendika
amargi syairku melintasi samudra semesta
nggebag sapanjang kegelapan dalu
ngantos bertebaran kados anai-anai
dhawah saking tawang alam singgasana

Mendela!
kala syairku ngendika
amargi syairku yaiku: gubahan alam
nyarungani samudra raya
Membelah keangkuhan jiwa nestapa
Menyambut dinten esok njing emben
sareng gubahan syairku ngendika

Kala syairku ngendika
mboten perduli surya terbit saking kilen
mboten perduli surya tenggelam saking wetan
amargi syairku yaiku: gubahan semesta
wonten rembulan ugi surya
rahina kresaa dalu
Berotasi sapanjang ambakan margi kesugengan

Kala syairku ngendika
mendela!
amargi syairku melintasi samudra hindia
Menembus cahaya rembulan
Melintasi surya teng sapanjang rotasi alam

Kersanipunaken!
Syairku tetap ngendika teng sapanjang margi ambakan
amargi syairku yaiku: semesta raya
Menghinggapi asmara raga
Menembus rahina kresaa dalu
ngendika teng sapanjang ambakan nurani
ngantosa mengetuk alam singgasana
ngantos melampaui sendi-sendi logika semesta

Hidup di Ujung Senapan


By: Khoirul Taqwim

Mujahid
Hidup di ujung senapan
Tanpa lelah pengabdianmu
Untuk berjuang menuju kehormatan suci
Perang sudah menjadi takdir kehidupanmu
Hingga hari berganti hari tak kau hiraukan
Karena hidupmu sudah menyatu di ujung senapan perang

Para Mujahid
Saat darah mengalir ditubuhmu
Engkau tetap tegar berjuang dijalan sang maha pemilik alam
Hingga dikau tak mengenal waktu
Karena hidupmu sudah kau abdikan
Bersama perjuangan suci
Menuju kehadirat Ilahi

Wahai para Mujahid
Hidupmu di ujung senapan perang
Saat nyawamu terancam
Bahkan nyawamu hilang dari ragamu
Itu sudah menjadi kebiasaan dalam perjuanganmu
Karena hidupmu sudah tergaris di ujung senapan perang
Atas nama jihadmu sudah menjadi satu nafas
Menuju pergerakan suci yang engkau yakini

Hidup di ujung senapan perang
Memunculkan suatu harapan besar
Bahwa suatu hari terbentuk suatu negeri
Penuh dengan keadilan
Penuh dengan kemakmuran
Penuh dengan kehormatan
Juga penuh dengan kesejahteraan
Hingga terbentuk suatu negeri yang penuh keberkahan Ilahi
Itulah bagian dari cita-citamu
Dari engkau wahai para Mujahid