Geguritan Baita Para Nelayan


Dening: Khoirul Taqwim

Kesugengan para nelayan
sugeng sareng naluri alam
mboten nepang lelah disepanjang kegelapan dalu
mekaten ugi disepanjang rahina menyengat
Para nelayan tetap ngasta damel keras
ngupadi ulam dipunsamodran wiyar
Menyeberangi keganasan ombak
sampun dados habitat keseharian sugeng para nelayan

Baita nelayan
Membentang disamudra wiyar
Ombak menghantam samukawis arah
sayangipun baito para nelayan tetap jejeg menjulang
Tuk ngupadi ulam disepanjang samodran lukar
Tuk mengais rezeki alam kesugengan
amargi kesugengan para nelayan
kageman panggalihan alam punika piyambak
Tuk ngupadi ulam disepanjang margi pantai kesugengan

Kesugengan para nelayan
nempuh keganasan badai dalu
mboten ajrih sekedhika lebet nyarungani ombak samodran wiyar
Demi ngabdi wonten alam
Tuk mengais rezeki kesugengan
lebet menggapai disepanjang ambakan margi
Tuk meraih kesugengan lebet penyatuan sareng anugerah alam

Baita para nelayan
sareng samodran wiyar membentang
ngantos ngantosa kesugengan para nelayan
Menaklukkan keganasan deburan ombak melambai cakrawala
Menaklukkan badai disepanjang samudra wiyar
Menaklukkan karang-karang tajam disepanjang samodran membentang
amargi kesugengan para nelayan
bentuk pengabdian wonten alam
Tuk tuwah kembang sareng potensi alam kesugengan

Geguritan Kayon Berjilbab


Dening: Khoirul Taqwim

Srengenge isih terbit saka wetan
kayon rupamu isih ngemuli alam semesta
kebecikan parasmu ngono mendung jiwa
nganti gawe jiwaku bahagia rasa
wektu ndeleng kayon rupamu
tenan kabeh jiwaku wektu ndeleng kowe
krasa tenang dikemuli dhemen cita krasa

Tatkala rembulan isih bersinar
rupamu isih berseri-seri
kebak karo kebecikan rasa sing terpancar dibenakmu
kowe wedok berjilbab dikana
kayon rupamu ngono mempesona kalbu
nganti merasuk kekabeh sukmaku
wektu mata memandang kowe wedok berjilbab
kebak karo ketaqwaan sing terpancar dirupamu

Kayon wedok berjilbab
tenan nggawe kabeh jiwa rumangsa tenteram
amarga kowe wedok sing kebak kelembutan budi
nganti kabeh detakan jantungku
mandheg sadhela hayati kebecikan budimu
nganti nggawe kabeh jiwaku mengagumimu
arep kayon budi pakertimu

Kayon berjilbab
Mengetuk siji rasa kepangandelan
amarga keteladanan budimu
ngono agung menembus celah-celah ruang lan wayah
tenan awakku rumangsa kowe kebak keagungan keteladanan
amarga kowe wedok paling becik sing kebak keikhlasan
jero menatap sadawa dalan urip iki
nganti titik ambekan paling akhirku mengagumi kayonmu
kowe wedok ayu berjilbab didasar samudra jiwaku

Geguritan Embun Enjing


Dening: Khoirul Taqwim

Kesaen embun enjing
taksih nyingepi cakrawala
ngantos ngasta jiwa kraos bugar
amargi embun enjing ngampil keberkahan raos
ngantos sedaya salira dipunngasta kawontenan kebahagiaan
Penuh kaliyan remen cita raos didasar samudra kalbu
Menembus relung-relung jiwa paling lebet

Kewontenan embun enjing dinten
ngasta salira kraos waluya bugar
amargi menghirup udara enjing
sareng sentuhan embun enjing dinten
ngasta sedaya salira rumaos segar bugar
ngantos mlebet kesedaya raga
Menjelma dados usada didasar raga ingkang paling lebet

Embun enjing dinten
Menyejukkan alam semesta
ngasta panorama kesaen ingkang sempurna
satuhu sedaya jiwa kraos bahagia
kala embun enjing rawuh kaliyan kesaen tiada tara
amargi embun enjing dinten
ngasta pasuryan dados bahagia raos
Penuh kaliyan remen cita ingkang menakjubkan

Embun enjing dinten
Penuh kaliyan suka-suka
kawontenan dados remen cita raos
amargi embun enjing menyegarkan sedaya jiwa
ugi menyegarkan sedaya raga
ngantos mlebet kesanubari paling lebet
ngantos kedasar samudra kalbu kesugengan

Sang Pembaharu Muda Gus Wim


By: Zidan Mazero



Khoirul Taqwim atau Gus Wim merupakan seorang pembaharu muda yang lahir dari Nganjuk Jawa Timur, dia lahir dari lingkungan tokoh para pembaharu ke-Islaman, kakeknya pendiri Yayasan Asy-Syamsi yang saat ini masih berjalan menjadi salah satu yayasan terbesar di daerah Nganjuk Jawa Timur, Khoirul Taqwim sejak kecil menimba Ilmu berawal dari kakeknya di dalam mempelajari masalah keagamaan, sedangkan masalah ekonomi, dia Khoirul Taqwim berawal belajar dari ayahandanya sendiri, sebagai pengusaha yang sukses di masa itu, tetapi di dalam perjalanannya sejak ayahandanya meninggal dunia, dia Khoirul Taqwim mengalami gejolak ekonomi. Sehingga di saat masa kuiah di UIN Sunan Kali-Jaga Yogyakarta, dia Khoirul Taqwim belum sempat menyelesaikan studinya dan Khoirul Taqwim hijrah ke-Kalimantan timur, tepatnya di Samarinda, untuk mencari bekal di dalam melanjutkan kembali menyelesaikan studinya,

Pada masa di Samarinda Khoirul Taqwim bekerja dengan membantu kakaknya Riza Umami yang saat ini sudah menyelesaikan S2nya di STAIN dan sekarang menjadi IAIN Samarinda, dan Dia kakaknya berhasil menjadi salah satu Mahasiswi lulusan terbaik di kampusnya. Setelah hampir satu tahun di Samarinda Khoirul Taqwim kembali pulang dengan naik pesawat Lion Air dan akhirnya setahun kemudian melanjutkan di bangku kuliahnya,

Setelah menyelesaikan studinya di kampus UIN Sunan Kali-Jaga Yogyakarta, Khoirul Taqwim mengembangkan situs www,kitaberbagi.com atau disebut dengan istilah kiber bersama adiknya Fahrul Amrullah dari alumnus Bina Sarana Informatika, dan pada akhirnya kiber menjadi rating salah satu situs terbaik di Asia Tenggara menurut versi www.alexa.com. tetapi kemudian Khoirul Taqwim dan Fahrul Amrullah dengan sengaja membekukan jejaring sosial kiber, padahal member kiber sudah mendekati ratusan ribu, dan membernya tidak hanya dihuni masyarakat nusantara, tetapi membernya sudah dihuni masyarakat dibelahan dunia saat itu.

Selanjutnya, Khoirul Taqwim membangun situs kembali yang bernama www.usahabatik.com, namun dalam keberlanjutannya Khoirul Taqwim membekukan kembali situs www.usahabatik.com. Karena Khoirul Taqwim sedang memaintenance situs yang lebih besar lagi dalam membangun usaha batik nusantara.

Berangkat dari perjalanan Khoirul Taqwim dalam membangun situs di dunia maya, dan akhirnya Khoirul Taqwim jatuh hati sampai sekarang, untuk terus menerus mengaplikasikan dalam pengembangan usaha batik nusantara menuju batik yang tidak hanya diakui ditingkat Nasional, tetapi berupaya membangun batik di tingkat Internasional.

Sedangkan masalah ke-Islaman Khoirul Taqwim masih giat menulis di berbagai artikel tentang agama, filsafat, sastra, sosial, politik, dan masih banyak lagi tulisan-tulisan beliau Khoirul Taqwim atau sering disebut dengan istilah Gus Wim.

Pada masa menempuh pendidikan tingginya, Gus Wim tak jarang menulis artikel diberbagai media, baik kampus maupun di berbagai media lainnya, salah satunya di jurnal Populis UIN Sunan Kali-Jaga Yogyakarta.

Pemikiran Khoirul Taqwim tak jarang muncul di dunia maya saat ini, tak lepas dari masalah Islam tradisional, Liberal, Fundamental, dan artikel ke-Islaman lainnya. Semua tak lepas dari Gus Wim dalam menelaah antara teks maupun konteks ke-Islaman yang berkembang dari masa klasik sampai saat ini.

Khoirul Taqwim dengan berbagai pemikiran ke-Islaman mampu menyajikan hal baru tentang masalah ke-Islaman tradisional yang sering dihakimi oleh golongan ke-Islaman lainnya, dan dia Khoirul Taqwim berupaya memberikan penjelasan tentang ke-Islaman secara jujur dan berani dalam menganalisa berbagai fenomena keberagaman ke-Islaman. Sehingga Khoirul Taqwim dapat disebut sebagai sang pembaharu dalam menyajikan berbagai Ilmu pengetahuan yang tersirat maupun yang tersurat.

Dengan tulisan sederhana ini, semoga kita dapat mengambil hikmah dari perjalanan sang pembaharu muda Khoirul Taqwim dalam menggapai berbagai permasalahan kehidupan, baik mulai dari kegigihan beliau membangun situs, hingga sampai keberhasilan Gus Wim sebagai sang pembaharu muda yang maju dalam memberikan berbagai solusi tentang ke-Islaman masa klasik maupun ke-Islaman yang akan datang, dan paradigma pemikiran Gus Wim pola pikirnya tak sedikit dipengaruhi beliau guru besar Ibn Khaldun dengan kitab yang tak asing lagi bernama "Muqaddimah". Sehingga diwaktu menyelesaikan studinya Khoirul Taqwim mengangkat "Relevansi Pemikiran Ibn Khaldun Dengan Ekonomi Islam".

Demikian ulasan singkat ini, kami persembahkan kepada Gus Wim dan khalayak secara luas. Wassalam............

Busana Tanpa Dosa


By: Khoirul Taqwim

Meledakkan kota-kota
Menjadi keyakinan kebenaran
Menghunus parang
Menjadi dogma ajaran keyakinan
Meletuskan senjata laras panjang
Menjadi jalan nafas kehidupan
Maka tatkala hari itu
Pembunuhan manusia seolah-olah dilegalkan
Menghilangkan nyawa orang lain
Seolah-olah menjadi perjuangan suci kebenaran

Busana tanpa dosa
Hari kelam kemanusiaan
Menghilangkan nyawa orang lain
Sudah dianggap bukan dosa-dosa
Tetapi sudah dianggap kemuliaan
Sungguh busana tanpa dosa
Telah menyelimuti pikiran dan jiwa para pembunuh
Karena membunuh dianggap kemuliaan sejati
Menghilangkan nyawa orang lain
Sudah dianggap tuntutan dalam perjuangan

Kala busana tanpa dosa
Telah menghinggapi jiwa-jiwa kegelapan
Sungguh menghilangkan nyawa manusia
Seolah-olah menjadi kebenaran
Karena hari itu
Jiwa-jiwa manusia yang memakai busana tanpa dosa
Jiwa dan pikirannya
Sudah dirasuki nafsu ambisi keserakahan
Menganggap diri kemuliaan
Saat mengalirkan darah orang lain
Dianggap menuju jalan suci kebenaran

Tatkala busana tanpa dosa
Telah menyelimuti alam semesta
Maka hari itu
Ledakan bom akan meledak disegala penjuru semesta
Menghilangkan nyawa orang lain
Dianggap sebuah kemuliaan
Maka darah mengalir dipenjuru semesta
Hingga air mata kering kerontang
Karena pembunuhan dianggap kemuliaan
Sungguh hari busana tanpa dosa
Telah datang kala itu dipenjuru semesta